Jumat, 26 Agustus 2011

Mau?


Mau?
Bacaan: Matius 16: 21-28

Ikut Tuhan itu tidak mudah. Siapa bilang ikut Tuhan itu mudah? Yesus sendiri jelas-jelas berkata bahwa “ setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut aku” lanjutnya lagi “ karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya: tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya,” apa maksud perkataan Yesus ini? Apakah mengikut dia, kita harus kehilangan  nyawa dulu alias bunuh diri? Apakah kita harus membuat salib besar lalu dipikul setiap hari? Tentu bukan itu, apa yang Yesus katakan merupakan bahasa symbol atau kiasan yang mengandung makna. Menyangkal diri berarti kita siap untuk melawan kedagingan kita yang selalu mengiginkan kesenangan duniawi (baca Galatia 5 :19-21). Menolak yang enak-enak? Itu pasti tidak nyaman, rasanmya menderita, itulah makna memikul salib. Setiap hari kita harus “menyangkaldiri sendiri dan “memikul salib” di tengah-tengah arus dunia yang luar biasa  dahsyat ini. Tidak lupa juga mengikut Yesus setiap saat, artinya selalu mengingat dan melakukan ajaranNya. Kemudian tentang kehilangan nyawa, apa maksudnya? Maksudnya adalah dalam mengikut Yesus dibutuhkan kerelaan untuk berkorban, berkorban waktu, tenaga, biaya, dan lainnya untuk mengasihi Tuhan dan sesama.
Itulah sebabnya, Petrus dimarahi oleh Yesus ketika ia menegor Yesus yang mengatakan bahwa diriNya akan menanggung penderitaan. Dengan spontan Petrus menarik tangan Yesus dan berkata “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau” Petrus berkata seperti ini karena dalam benaknya Yesus adalah Mesias dalam pengertian raja yang akan memerintah dengan bangku kekuasaan dunia, mengalahkan kekuasaan Romawi pada waktu itu. Dengan demikian maka Petrus akan menikmati kekuasaan Yesus, barangkali akan mendapat jabatan penting di kerajaan Yesus. Petrus telah salah mengerti. Yesus menghardik Petrus “Engkaulah Iblis, Engkau suatu batu sandungan bagiKu, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia” yang Yesus mau katakana jika mau mengikut Dia, harus mau berkorban, tidak ada yang enak dalam proses beriman. Tetapi akhirnya adalah Abadi, dimana kita menyambut Yesus dalam kemulianNya.
Mengikut Tuhan bukanlah perkara mudah butuh sebuah kerelaan hati untuk mngorbankan hidup ini. Menyangkal diri, memikul salib, dan mengikut Dia membutuhkan komitmen yang sungguh-sungguh dari kita. Maukah kita ikut Dia? Mau? Itu semua tergantung kepada keputusan kita.

Hidup Dalam Pengharapan


Hidup dalam pengharapan
Roma 8: 12-25

Salah satu ajaran dari keyakinan Kristen adalah hidup dalam pengharapan. Arti dari suatu pengharapan adalah …..
Tidak dapat dipungkiri bahwa seringkali kita mengeluh pada keadaan yang sedang kita alami, kepada kesusahan yang sedang kita alami, pada masalah yang menimpa kita dan dengan kepanatan yang melingkupi hari-hari kita. Kita merasa bosan, lelah, dan mungkin merasakan bahwa hidup kita tanpa tujuan. Tanpa kita sadari selama kita menjalani kehidupan kita apapun yang sedang kita alami, kita sedang melewati sebuah proses dalam kehidupan. Ketika orang tua merasa kesusuahan dalam mencari nafkah untuk menghidupi keluarga dan membiayai sekolah anak-anaknya itu adalah sebuah proses yang harus dijalani oleh orang tua, ketika kita sebagai anak dengan pergumulan studi kita itu adalah proses yang harus kita hadapi untuk mencapai tujuan hidup kita. Lalu, bagaimana sikap kita dalam menjalani proses itu? Berdoa dan berusaha (Ora Et Labora).
Berdoa menunjukkan bahwa kita mempunyai pengharapan yang kita tujukan kepada Tuhan. Disaat kesusahan menimpa kita sering kita tidak mampu untuk mengatakannya dalam doa. Kita tidak tahu harus berdoa bagaimana. Dalam situasi seperti ini Roh Kudus yang akan membantu dalam kelemahan kita. Roh Kudus akan berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan (ayat: 26).
Berusaha adalah cara kita untuk menunjukkan kesungguhan kita dan keyakinan kita untuk mencari jalan keluar terhadap masalah yang kita alami. Dalam kitab nab Yesaya 55 dikatakan bahwa “…firmanKu tidak akan kembali dengan sia-sia”. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengharapan akan kebenaran dan janji Allah kepada kita, janji keselamatan, damai sejahtera, pemeliharaan. Kunci dala kita hidup dalam pengharapan adalah dengan kita terus bertekun dan tidak putus asa dangan menjalani proses yang harus kita jalani.

Teknik

Command Auto CAD