Mau?
Bacaan: Matius 16: 21-28
Ikut Tuhan itu tidak mudah. Siapa bilang ikut Tuhan itu mudah? Yesus sendiri jelas-jelas berkata bahwa “ setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut aku” lanjutnya lagi “ karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya: tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya,” apa maksud perkataan Yesus ini? Apakah mengikut dia, kita harus kehilangan nyawa dulu alias bunuh diri? Apakah kita harus membuat salib besar lalu dipikul setiap hari? Tentu bukan itu, apa yang Yesus katakan merupakan bahasa symbol atau kiasan yang mengandung makna. Menyangkal diri berarti kita siap untuk melawan kedagingan kita yang selalu mengiginkan kesenangan duniawi (baca Galatia 5 :19-21). Menolak yang enak-enak? Itu pasti tidak nyaman, rasanmya menderita, itulah makna memikul salib. Setiap hari kita harus “menyangkaldiri sendiri dan “memikul salib” di tengah-tengah arus dunia yang luar biasa dahsyat ini. Tidak lupa juga mengikut Yesus setiap saat, artinya selalu mengingat dan melakukan ajaranNya. Kemudian tentang kehilangan nyawa, apa maksudnya? Maksudnya adalah dalam mengikut Yesus dibutuhkan kerelaan untuk berkorban, berkorban waktu, tenaga, biaya, dan lainnya untuk mengasihi Tuhan dan sesama.
Itulah sebabnya, Petrus dimarahi oleh Yesus ketika ia menegor Yesus yang mengatakan bahwa diriNya akan menanggung penderitaan. Dengan spontan Petrus menarik tangan Yesus dan berkata “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau” Petrus berkata seperti ini karena dalam benaknya Yesus adalah Mesias dalam pengertian raja yang akan memerintah dengan bangku kekuasaan dunia, mengalahkan kekuasaan Romawi pada waktu itu. Dengan demikian maka Petrus akan menikmati kekuasaan Yesus, barangkali akan mendapat jabatan penting di kerajaan Yesus. Petrus telah salah mengerti. Yesus menghardik Petrus “Engkaulah Iblis, Engkau suatu batu sandungan bagiKu, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia” yang Yesus mau katakana jika mau mengikut Dia, harus mau berkorban, tidak ada yang enak dalam proses beriman. Tetapi akhirnya adalah Abadi, dimana kita menyambut Yesus dalam kemulianNya.
Mengikut Tuhan bukanlah perkara mudah butuh sebuah kerelaan hati untuk mngorbankan hidup ini. Menyangkal diri, memikul salib, dan mengikut Dia membutuhkan komitmen yang sungguh-sungguh dari kita. Maukah kita ikut Dia? Mau? Itu semua tergantung kepada keputusan kita.